Pengaruh Deferensiasi dan Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat
Pengaruh Deferensiasi Social dalam Masyarakat
Deferensiasi social sebagai gejalayang universal dalam kehidupan masyarakat dan membedakan masyarakat secara horizontal, tentu akan membawa dampak dan pengaruh pada kehidupan bersama. Pembedaan secara horizontal ini tetap akan membawa konsekuensi bagi kelompok-kelompok social yang ada. Ikuti penjelasan dampak derensiasi social dalam masyarakat.
Fanatisme
Pengelompokan masyarakat berdasarkan demensi horizontal inimemiliki dampak pada fanatisme kelompok yang bersangkutan,. Anggota kelompok memiliki ikatan yang kuat dengan kelompoknya dan sekaligus membedakan dirinya dengan kelompok lain. Misalnya deferensiasi berdasarkan agama, akan menmimbulkan fanatisme bagi setiap pemeluk agama yang bersangkutan dan mereka sekaligus membedakan diri dengan kelompok beragama lainya.
Batas-batas kelompoknya lebih jelas dan batas kelompok yang lain juga jelas oleh karena itu fanatisme dapat tumbuh dan berkembang sebagai dampak dari deferensiasi social.
Solidaritas
Solidaritas atau ikatan kebersamaan dapat juga terjadi akibat deferensiasi social yang ada. Solidaritas tumbuh dan berkembang diantara mereka. Deferensiasi karena suku bangsa atau etnik akan membuat ikatan mereka se etnik jauh lebih kuat dibandingkan dengan ikatan mereka diluar etnik. Lebih-lebih bila mereka berada diluar etniknya sebagai pendatang pada etnik yang berbeda, maka solidaritas diantara mereka akan tumbuh dan berkembang sehingga rasa solidaritas diantara mereka semakin tinggi.
Mereka merasa satu bagian dari bagian yang besar dan mereka selalu menyatakan bahwa dirinya adalah bagian dari mereka yang besar tersebut.
Toleransi
Pemahaman akan perbedaan yang horizontal diantara kelompok social yang digolongkan berdasarkan deferensiasi social akan menumbuhkan toleransi diantara mereka.
Mereka mengetahui perbedaan dan batas-batas social diantara mereka. Batas kelompok mereka mereka pahami; kesadaran akan kelompoknya juga mereka merasakan. Sisi lain mereka mengetahui batas-batas dari kelompok deferensiasi social lainya. Pemahaman tentang dirinya dan pemaahaman terhadap diri orang lain akan menyebabkan tumbuhnya toleransi diantara mereka. Mereka menghargai apa yang ada pada kelompok lain dan kelompok lain memahami dan menyadari perbedaan yang ada dalam kelomponya.
Kesadaran akan batas dan perbedaan antara kelompok yang berbeda ini merupakan kesadaran social yang menumbuhkan rasa mau menghargai perbedaan sebagai wujud toleransi social yang ada
Pengaruh Startifikasi Sosial dalam Masyarakat
Stratifikasi social adalah pembedaan masyarakat kedalam lapisan-lapisan social berdasatrkan demensi vertical akan memiliki pengaruh terhadap kehidupan bersama dalam masyarakat. Ikuti urain tentang dampak stratifikasi social dalam kehidupan masyarakat berikut ini.
Eklusivitas
Stratifikasi social yang membentuk lapisan-lapisan social juga merupakan sub-culture, telah menjadikan mereka dalam lapisan-lapisan gtertentu menunjukan eklusivitasnya masing-masing. Eklusivitas dapat berupa gaya hidup, perilaku dan juga kebiasaan mereka yang sering berbeda antara satu lapisan dengan lapisan yang lain.
Gaya hidup dari lapisan atas akan berbeda dengan gaya hidup lapisan menengah dan bawah. Demikian juga halnya dengan perilaku masing-masing anggotanya dapat dibedakan; sehingga kita mengetahui dari kalangan kelas social mana seseorang berasal.
Eklusivitas yang ada sering membatasi pergaulan diantara kelas social tertentu, mereka enggan bergaul dengan kelas social dibawahnya atau membatasi diri hanya bergaul dengan kelas yang sanma dengan kelas mereka.
Etnosentrisme
Etnosentrisme dipahami sebagai mengagungkan kelompok sendiri dapat terjadi dalam stratifikasi social yang ada dalam masyarakat. Mereka yang berada dalam stratifikasi social atas akan menganggap dirinya adalah kelompok yang paling baik dan menganggap rendah dan kurang bermartabat kepada mereka yang berada pada stratifikasi social rendah.
Pola perilaku kelas social atas dianggap lebih berbudaya dibandingkan dengan kelas social di bawahnya. Sebaliknya kelas social bawah akan memandang mereka sebagai orang boros dan konsumtif dan menganggap apa yang mereka lakukan kurang manusiawi dan tidak memiliki kesadaran dan solidaritas terhadap mereka yang menderita. Pemujaan terhadap kelas sosialnya masing-masing adalah wujud dari etnosentrisme.
Konflik Sosial
Perbedaan yang ada diantara kelas social dapt menyebabkan terjadinya kecemburuan social maupun iri hati. Jika kesenjangan karena perbedaan tersebut tajam tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik social antara kelas social satu dengan kelas social yang lain.
Misalnya demonstrasi buruh menuntut kenaikan upah atau peningkatan kesejahteraan dari [perusahaan dimana mereka bekerja adalah salah satu konflik yang terjadi karena stratifikasi social yang ada dalam masyarakat.
Copy by: www.wangmuba.com
Minggu, 08 November 2009
Selasa, 03 November 2009
Memberdayakan Kaum Urban...
Fenomena urban -pendatang baru di perkotaan-pun tidak dapat dihindari dan sulit dibendung saat arus balik lebaran terjadi. Pemerintah kota yang menjadi sasaran urban seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota lain, sering tidak berdaya membendung banyaknya para urban ini.
Langkah sweeping identitas serta operasi bentuk lain pun tidak bisa membendung kenekatan para urban untuk masuk kota.
Puluhan ribu penduduk dari berbagai pelosok desa, menyerbu pusat kota untuk mengadu nasib. Para urban berharap mendapat pekerjaan layak yang bisa meningkatkan taraf hidup. Tidak seperti yang dialami di desa. Pasalnya, para urban ini tidak mendapat pekerjaan atau terlalu kecil pendapatan dari hasil kerja di pedesaan. Mereka berasumsi bekerja di perkotaan bisa menghasilkan uang besar dibandingkan aktivitas di kampung halaman.
Faktor ekonomi masih merangsang penduduk desa untuk masuk kota metropolitan yang penuh dengan berbagai aktivitas, mulai perdagangan, pembangunan fisik, industri, perkantoran, bidang jasa, serta sektor lain yang bisa menjadi lahan pekerjaan.
Di pedesaan lapangan kerja sangat terbatas dan masih didominasi pertanian yang akhir-akhir ini makin tidak diminati para pemuda desa. Bekerja di sektor pertanian sangat kecil hasilnya. Perimbangan antara biaya pengolahan lahan-sawah dan ladang- tidak sebanding dengan harga jual. Sementara bidang usaha pada sektor lain masih sulit berkembang dan belum merata hingga pedesaan.
Memang, hampir 75 persen investasi dalam berbagai bidang usaha masih berada di perkotaaan. Sehingga peredaran uang pun masih terpusat di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Jakarta. Sirkulasi uang di perkotaan inilah yang menjadi rebutan para urban untuk berebut mengadu nasib.
Dilihat dari sisi ini, urbanisasi merupakan proses alam yang berlangsung karena kondisi sosial menuntut terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota. Sebab hidup di perkotaan lebih menjanjikan penduduk untuk meningkatkan taraf hidupnya. Meskipun tidak sedikit warga kota yang juga hidup di bawah layak dengan pendapatan kecil.
Derasnya urbanisasi memang memunculkan berbagai konsekuensi. Salah satunya adalah jumlah penduduk kota semakin padat, Jumlah penduduk urban berkisar antara 8-10 % persen dari jumlah penduduk setiap pasca-Lebaran.
Problem dan beban kota akan semakin bertambah seperti tingginya angka kriminalitas, pelacuran, permasalahan air bersih, perumahan dan sebagainya. Problem kemacetan lalu lintas, melubernya PKL, perumahan di atas stren kali, banjir, sampah yang tidak terkendali, serta problem kota lain merupakan social cost yang harus ditanggung kota tujuan kaum urban.
Jika urban tidak terkendali maka kemampuan daya dukung alam (carrying capacity) tidak memadai dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Misalnya, luas Surabaya itu sekitar 32.636.68 hektar. Jika penduduknya mencapai 5 juta jiwa maka setiap jiwa hanya disuplai lingkungan alam seluas 650 meter persegi. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kesehatan, problem kemiskinan dan menimbulkan makin beratnya problem kota..
Berdasarkan survei Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKB) Kota Surabaya tentang kemiskinan di Surabaya sampai tahun 2005, menunjukkan dua tahun terakhir angka kemiskinan di Surabaya meningkat signifikan, yakni 14, 85 persen. Pada tahun 2003, jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin 90.084 KK. Sedangkan pada tahun 2005 meningkat menjadi 103.462 KK. Begitu juga dengan angka jiwa miskin. Pada tahun 2003 jumlah jiwa miskin di Surabaya 323.789 jiwa, pada tahun 2005 menjadi 2.367.849 jiwa atau meningkat 13.81 persen.
Namun, fenomena ini tidak menjadi pertimbangan utama bagi kaum urban. Penduduk desa tetap tergiur dengan kehidupan ekonomi di kota-kota besar. Karena hanya melihat enaknya, hantu kegagalan para urban dalam meniti hidup tidak dipertimbangkan. Padahal mengadu nasib di kota besar diperlukan kemampuan-kemampuan untuk mendukung usahanya mencari kerja, seperti pendidikan yang menunjang, keahlian, dan kenalan yang lebih dulu berhasil.
Di antara faktor pendorong (push factor) derasnya urbanisasi adalah adanya kesenjangan produktivitas antar sektor pertanian dengan industri yang semakin menganga lebar. Hasil pertanian masyarakat tidak sebanding dengan hasil produksi sektor industri. Padahal 80 persen penduduk masih hidup secara agraris.
Kesenjangan ini memunculkan kemiskinan menjadi terpusat di pedesaan yang mayoritas penduduknya masih bergelut di sektor pertanian yang kini makin memprihatinkan. Pengangguran di desa semakin meningkat seiirng bertambahnya populasi penduduk setiap tahun, di tambah tidak terciptanya lapangan pekerjaan sektor riil di pedesaan.
Pendidikan yang belum merata juga turut andil peningkatan jumlah kaum urban di kota-kota besar setiap tahunya. Selain itu, tingkat pendidikan masyarakat desa juga masih rendah. Sedangkan penduduk yang telah mengenyam pendidikan tinggi dan bisa berkreasi menciptakan lapangan pekerjaan senang hidup di kota.
Cukup kompleks langkah yang harus dilakukan untuk menanggulangi arus urbanisasi. Paling tidak ada tiga pilar utama dalam pelaksanaan program penanggulangan urbanisasi. Pertama, mengembangkan kesempatan-kesempatan ekonomi bagi kelompok masyarakat miskin di pedesaan. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang bisa merelokasi atau mengembangkan pusat perdagangan dan industri hingga ke pedesaan. Dengan langkah ini lapangan kerja di desa akan meningkat dan angka pengangguran jelas menurun.
Kedua, memberdayakan kapasitas dan kemampuan kelompok masyarakat pedesaan. Masyarakat desa perlu mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang bisa meningkatkan pemahaman dan keterampilan agar bisa meningkatkan pendapatan dari sumber daya alam di sekitar. Misalnya, para petani tidak hanya memahami cara bertani saja tetapi bisa memasarkan dan mengolah hasil tani menjadi produk lain yang bisa dipasrkan.
Ketiga, meningkatkan kualitas jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat pedesaan yang tergolong sangat miskin. Stimulus program pemberdayaan perlu digalakkan kembali agar memunculkan kreativitas di luar aktivitas sektor pertanian.
Martin Luther King terkenal dengan ucapannya yaitu you are as strong as the weakest of the people --kita tidak akan menjadi bangsa yang besar kalau mayoritas masyarakatnya masih lemah dan miskin. Ungkapan tersebut dapat dijadikan inspirasi bagi kita semua tentang pentingnya penghapusan kemiskinan dan penanggulangan urbanisasi yang tak terkontrol.
Berurbanisasi merupakan refleksi dari gejala kemandekan ekonomi di desa yang dicirikan oleh sulitnya mencari lowongan pekerjaan dan fragmentasi lahan
Pendek kata, para urban di kota perlu diperdayakan. Jangan diusir pulang ke daerah asal sebelum pemerintah mampu menangani problem kemiskinan desa, meratakan pendidikan, dan menyebarkan pusat industri dan perdagangan hingga pedesaan. Sebab para urban juga berhak berkompetisi di kota dalam rangka meningkatkan taraf hidup.
gacerindo.com
Langkah sweeping identitas serta operasi bentuk lain pun tidak bisa membendung kenekatan para urban untuk masuk kota.
Puluhan ribu penduduk dari berbagai pelosok desa, menyerbu pusat kota untuk mengadu nasib. Para urban berharap mendapat pekerjaan layak yang bisa meningkatkan taraf hidup. Tidak seperti yang dialami di desa. Pasalnya, para urban ini tidak mendapat pekerjaan atau terlalu kecil pendapatan dari hasil kerja di pedesaan. Mereka berasumsi bekerja di perkotaan bisa menghasilkan uang besar dibandingkan aktivitas di kampung halaman.
Faktor ekonomi masih merangsang penduduk desa untuk masuk kota metropolitan yang penuh dengan berbagai aktivitas, mulai perdagangan, pembangunan fisik, industri, perkantoran, bidang jasa, serta sektor lain yang bisa menjadi lahan pekerjaan.
Di pedesaan lapangan kerja sangat terbatas dan masih didominasi pertanian yang akhir-akhir ini makin tidak diminati para pemuda desa. Bekerja di sektor pertanian sangat kecil hasilnya. Perimbangan antara biaya pengolahan lahan-sawah dan ladang- tidak sebanding dengan harga jual. Sementara bidang usaha pada sektor lain masih sulit berkembang dan belum merata hingga pedesaan.
Memang, hampir 75 persen investasi dalam berbagai bidang usaha masih berada di perkotaaan. Sehingga peredaran uang pun masih terpusat di kota-kota besar, seperti Surabaya dan Jakarta. Sirkulasi uang di perkotaan inilah yang menjadi rebutan para urban untuk berebut mengadu nasib.
Dilihat dari sisi ini, urbanisasi merupakan proses alam yang berlangsung karena kondisi sosial menuntut terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota. Sebab hidup di perkotaan lebih menjanjikan penduduk untuk meningkatkan taraf hidupnya. Meskipun tidak sedikit warga kota yang juga hidup di bawah layak dengan pendapatan kecil.
Derasnya urbanisasi memang memunculkan berbagai konsekuensi. Salah satunya adalah jumlah penduduk kota semakin padat, Jumlah penduduk urban berkisar antara 8-10 % persen dari jumlah penduduk setiap pasca-Lebaran.
Problem dan beban kota akan semakin bertambah seperti tingginya angka kriminalitas, pelacuran, permasalahan air bersih, perumahan dan sebagainya. Problem kemacetan lalu lintas, melubernya PKL, perumahan di atas stren kali, banjir, sampah yang tidak terkendali, serta problem kota lain merupakan social cost yang harus ditanggung kota tujuan kaum urban.
Jika urban tidak terkendali maka kemampuan daya dukung alam (carrying capacity) tidak memadai dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Misalnya, luas Surabaya itu sekitar 32.636.68 hektar. Jika penduduknya mencapai 5 juta jiwa maka setiap jiwa hanya disuplai lingkungan alam seluas 650 meter persegi. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kesehatan, problem kemiskinan dan menimbulkan makin beratnya problem kota..
Berdasarkan survei Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKB) Kota Surabaya tentang kemiskinan di Surabaya sampai tahun 2005, menunjukkan dua tahun terakhir angka kemiskinan di Surabaya meningkat signifikan, yakni 14, 85 persen. Pada tahun 2003, jumlah Kepala Keluarga (KK) miskin 90.084 KK. Sedangkan pada tahun 2005 meningkat menjadi 103.462 KK. Begitu juga dengan angka jiwa miskin. Pada tahun 2003 jumlah jiwa miskin di Surabaya 323.789 jiwa, pada tahun 2005 menjadi 2.367.849 jiwa atau meningkat 13.81 persen.
Namun, fenomena ini tidak menjadi pertimbangan utama bagi kaum urban. Penduduk desa tetap tergiur dengan kehidupan ekonomi di kota-kota besar. Karena hanya melihat enaknya, hantu kegagalan para urban dalam meniti hidup tidak dipertimbangkan. Padahal mengadu nasib di kota besar diperlukan kemampuan-kemampuan untuk mendukung usahanya mencari kerja, seperti pendidikan yang menunjang, keahlian, dan kenalan yang lebih dulu berhasil.
Di antara faktor pendorong (push factor) derasnya urbanisasi adalah adanya kesenjangan produktivitas antar sektor pertanian dengan industri yang semakin menganga lebar. Hasil pertanian masyarakat tidak sebanding dengan hasil produksi sektor industri. Padahal 80 persen penduduk masih hidup secara agraris.
Kesenjangan ini memunculkan kemiskinan menjadi terpusat di pedesaan yang mayoritas penduduknya masih bergelut di sektor pertanian yang kini makin memprihatinkan. Pengangguran di desa semakin meningkat seiirng bertambahnya populasi penduduk setiap tahun, di tambah tidak terciptanya lapangan pekerjaan sektor riil di pedesaan.
Pendidikan yang belum merata juga turut andil peningkatan jumlah kaum urban di kota-kota besar setiap tahunya. Selain itu, tingkat pendidikan masyarakat desa juga masih rendah. Sedangkan penduduk yang telah mengenyam pendidikan tinggi dan bisa berkreasi menciptakan lapangan pekerjaan senang hidup di kota.
Cukup kompleks langkah yang harus dilakukan untuk menanggulangi arus urbanisasi. Paling tidak ada tiga pilar utama dalam pelaksanaan program penanggulangan urbanisasi. Pertama, mengembangkan kesempatan-kesempatan ekonomi bagi kelompok masyarakat miskin di pedesaan. Pemerintah perlu membuat kebijakan yang bisa merelokasi atau mengembangkan pusat perdagangan dan industri hingga ke pedesaan. Dengan langkah ini lapangan kerja di desa akan meningkat dan angka pengangguran jelas menurun.
Kedua, memberdayakan kapasitas dan kemampuan kelompok masyarakat pedesaan. Masyarakat desa perlu mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang bisa meningkatkan pemahaman dan keterampilan agar bisa meningkatkan pendapatan dari sumber daya alam di sekitar. Misalnya, para petani tidak hanya memahami cara bertani saja tetapi bisa memasarkan dan mengolah hasil tani menjadi produk lain yang bisa dipasrkan.
Ketiga, meningkatkan kualitas jaring pengaman sosial bagi kelompok masyarakat pedesaan yang tergolong sangat miskin. Stimulus program pemberdayaan perlu digalakkan kembali agar memunculkan kreativitas di luar aktivitas sektor pertanian.
Martin Luther King terkenal dengan ucapannya yaitu you are as strong as the weakest of the people --kita tidak akan menjadi bangsa yang besar kalau mayoritas masyarakatnya masih lemah dan miskin. Ungkapan tersebut dapat dijadikan inspirasi bagi kita semua tentang pentingnya penghapusan kemiskinan dan penanggulangan urbanisasi yang tak terkontrol.
Berurbanisasi merupakan refleksi dari gejala kemandekan ekonomi di desa yang dicirikan oleh sulitnya mencari lowongan pekerjaan dan fragmentasi lahan
Pendek kata, para urban di kota perlu diperdayakan. Jangan diusir pulang ke daerah asal sebelum pemerintah mampu menangani problem kemiskinan desa, meratakan pendidikan, dan menyebarkan pusat industri dan perdagangan hingga pedesaan. Sebab para urban juga berhak berkompetisi di kota dalam rangka meningkatkan taraf hidup.
gacerindo.com
URBANISASI: DAMPAK NEGATIF LINGKUNGAN KOTA
URBANISASI: DAMPAK NEGATIF LINGKUNGAN KOTA
Abstrak:
Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk melakukan urbanisasi dengan tujuan bisa mendapat kehidupan yang layak. Selain itu, daya tarik daerah tujuan juga menentukan masyarakat untuk melakukan urbanisasi. Para urban yang tidak memiliki skill kecuali bertani akan kesulitan mencari pekerjaan di daerah perkotaan, karena lapangan pekerjaan di kota menuntut skill yang sesuai dengan bidangnya. Ditambah lagi, lapangan pekerjaan yang juga semakin sedikit sehingga adanya persaingan ketat dalam mencari pekerjaan. Masyarakat yang tidak memiliki skill hanya bisa bekerja sebagai buruh kasar, pembantu Rumah Tangga, tukang kebun, dan pekerjaan lainnya yang lebih mengandalkan otot daripada otak. Sedangakn masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan, umumnya hanya menjadi tunawisma, tunakarya, dan tunasusila. Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan kota sehingga menambah permasalahan yang ada di kota.
Kata kunci: urbanisasi, lingkungan kota, proses urban.
Pendahuluan
Jumlah penduduk yang semakin meningkat dan penyebaran yang relatif tidak merata membawa pengaruh besar bagi terjadinya perpindahan penduduk antar wilayah. Dewasa ini, perpindahan penduduk yang sedang marak terjadi yaitu urbanisasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota (Mantra, 2000). Jika ditinjau dari perspektif ilmu kependudukan, urbanisasi adalah persentase penduduk yang tinggal di dareah perkotaan ( Saat ini, urbanisasi telah menjadi trend baru di masyarakat pedesaan. Masyarakat desa yang berbondong-bondong melakukan urbanisasi mengalami peningkatan tiap tahunnya. Arus urbanisasi yang semakin meningkat tersebut menimbulkan suatu proses tentang keruangan pada kota tujuan urban.
Daerah yang menjadi tujuan masyarakat dalam melakukan urbanisasi biasanya adalah kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan sudah maju baik dalam segi perekonomian dan pendidikan. Masyarakat menentukan daerah tujuan tidak semata berasal dari pemikiran dan niatan dari diri mereka, tetapi umumnya berasal dari sebuah pengaruh yang kuat. Pengaruh tersebut biasanya dalam bentuk ajakan yang datang dari orang-orang sekitar yang telah melakukan urbanisasi sebelumnya, informasi-inforamsi yang ada media massa tentang daerah tujuan, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa berasal dari daerah asal yang mendorong masyarakat maupun daerah tujuan yang menjadi daya tarik masyarakat dalam melakukan urbanisasi.
Faktor penarik maupun pendorong tersebut seringkali mempengaruhi pikiran masyarakat dengan kuat, sehingga masyarakat merasa yakin dengan keputusan melakukan urbanisasi tanpa memikirkan faktor-faktor lain yang mereka butuhkan di daerah tujuan urban. Hal inilah yang tentunya akan menjadi masalah di daerah perkotaan sehingga gejala urbanisasi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan arah yang tidak sesuai dengan tujuan pembangunan nasional yang mengharapkan urbanisasi dapat membantu perekonomian masyarakat. kota yang menjadi tujuan urban akan menjadi lebih maju apabila para urban yang datang memilliki skill yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan di kota. Namun, umumnya masyarakat yang hijrah ke kota tidak memiliki skill yang lain kecuali bertani. Hal ini tentunya tidak bisa membantu para urban untuk mendapatakn pekerjaan yang layak di daerah tujuan, sehingga urban harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan skill yang mereka miliki. Sedangkan masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan atau bahkan tidak mempunyai tempat tinggal akan menjadi masalah di daerah perkotaan yang berdampak pada linkungan kota. Lingkunagn kota yang seharunya mengalami perbaiakn justru menagalami penurunan.
Proses Urbanisasi
Urbanisasi memiliki pengertian yang berbeda-beda tergantung sudut pandang yang di ambil. Jika dilihat dari segi Geografis, urbanisasi ialah sebuah kota yang bersifat integral, dan yang memiliki pengaruh atau merupakan unsur yang dominan dalam sistem keruangan yang lebih luas tanpa mengabaikan adanya jalinan yang erat antara aspek politik, sosial dan aspek ekonomi dengan wilayah sekitarnya ( kutipan). Berdasarkan pengertian tersebut, urbanisasi memiliki Pandangan inilah yang mejadi titik tolak dalam menjelaskan proses urbanisasi. Menurut King dan Colledge (1978), urbanisasi dikenal melalui empat proses utama keruangan (four major spatial processes), yaitu
1) Adanya pemusatan kekuasaan pemerintah kota sebagai pengambil keputusan dan sebagai badan pengawas dalam penyelenggaraan hubungan kota dengan daerah sekitarnya.
2) Adanya arus modal dan investasi untuk mengatur kemakmuran kota dan wilayah disekitarnya. Selain itu, pemilihan lokasi untuk kegiatan ekonomi mempunyai pengaruh terhadap arus bolak-balik kota-desa.
3) Difusi inovasi dan perubahan yang berpengaruh terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik di kota akan dapat meluas di kota-kota yang lebih kecil bahkan ke daerah pedesaan. Difusi ini dapat mengubah suasana desa menjadi suasana kota.
4) Migrasi dan pemukiman baru dapat terjadi apabila pengaruh kota secara terus-menerus masuk ke daerah pedesaan. Perubahan pola ekonomi dan perubahan pandangan penduduk desa mendorong mereka memperbaiki keadaan sosial ekonomi.
Faktor penyebab terjadinya urbanisasi
Pada umumnya, masyarakat melakukan urbanisasi karena adanya pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa berasal dari daerah asal (faktor pendorong) maupun daerah tujuan (faktor penarik).
a. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
Mastarakat di daerah perkotaan memiliki gaya hidup yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Gaya hidup di perkotaan baik itu berupa cara berpakaian, cara berbicara, bahkan budayapun sangat berbeda jauh dengan di desa. Masyarakat di kota lebih suka dengan hal-hal yang berbau kemewahan dan juga kepraktisan/instan Karena bagi masyarakat kota sesuatu hal yang praktis lebih efisien baik dalam hal waktu.
2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, sarana dan prasarana yang ada di kota pun menjadi semakin lengkap. Hal ini menyebabkan seseorang yang berada di pedesaan dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai menjadi tergiur untuk mengadu nasib di kota.
Banyak lapangan pekerjaan di kota
Di daerah perkotaan terdapat banyak sekali lapangan kerja baik di sektor perdagangan maupun industri. Banyaknya lapangan pekerjaan tersebut menyebabkan masyarakat desa berbondong-bondong pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Hal itu karena lapangan pekerjaan di desa lebih sedikit dan terkadang pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan pendidikan yang ditempuh.
Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng
Salah satu daya tarik daerah perkotaan juga berasal dari masyarakat di kota tersebut. Penampilan masyarakat perkotaan baik perempuan maupun laki-laki sangat berbeda dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Masyarakat kota cenderung mementingkan penampilan mereka daripada masyarakat pedesaan. Penampilan masyarakat perkotaan lebih terawat dan mengikuti mode. Hal ini menyebabkan masyarakat kota terlihat lebih cantik dan ganteng. Hal ini membuat daya tarik terssendiri bagi masyarakat yang ingin berhijrah ke kota untuk mencari jodoh.
Pengaruh buruk sinetron Indonesia
Dewasa ini, masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan sudah bisa merasakan kemajuan teknologi. Hampir seluruh masyarakat desa sudah bisa menikmati tayangan televisi. Umumnya tayangan televisi yang paling diminati oleh masyarakat di daerah pedesaan yaitu sinetron yang kebanyakan menampilkan kehidupan di daerah perkotaan. Secara tidak langsung, tayangan ini mempengaruhi masyarakat di desa untuk berangan-angan hidup di kota yang akhirnya menimbulkan niatan untuk hijrah ke kota.
Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas
Masyarakat pedesaan yang mengerti akan pentingnya pendidikan umumnya akan memilih sekolah maupun pergurua tinggi di kota. Hal ini dikarenakan fasilitas pendidikan yang ada di perkotaan lebih lengkap dan adanya tenaga pelajar yang profesional.
b. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
Lahan pertanian yang semakin sempit
Mayoritas masyarakat pedesaan memiliki sumber pendapatan dari bertani, baik menjadi petani maupun buruh tani. Namun saat ini, lahan pertanian yang ada di desa sudah semakin sempit seiring pertumbuhan masyarakat yang begitu pesat. Lahan-lahan yang awalnya digunakan untuk bercocok tanam mulai dijadikan sebagai area perumahan maupun perdagangan.
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
Kebudayaan yang ada di pedesaan, umumnya masih kuno dan cenderung mengikat kehidupan masyarakat pedesaan. Berbeda halnya dengan di daerah perkotaan yang cenderung bebas dalam melakukan sesuatu, bahkan mungkin budaya ketimuran telah terlupakan. Terkadang masyarakat pedesaan lebih tertarik dengan kebudayaan orang perkotaan karena masyarakat pedesaan menganggap masyarakat kota lebih modern daripada di desa, sehingga tidak jarang masyarakat desa itu hijrah ke kota untuk merubah penampilan dan karakter mereka agar tidak dianggap kuno. Bahkan masyarakat desa itu mulai mengindahkan budaya asal mereka.
Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
Masyarakat pedesaan mayoritas bekerja di ladang, entah itu menjadi petani ataupun buruh. Hal ini sangat berbeda dengan lapangan pekerjaan yang ada di kota. Lapangan pekerjaan di kota melimpah ruah sehingga dapat memilih jenis lapangan pekerjaan mana yang sesuai dengan status pendidikan. Masyarakat pedesaan pada umumnya tergiur dengan penghasilan tinggi yang ditawarkan pekerjaan di kota. Sehingga banyak sekali masyarakat pedesaan berbondong-bondong pergi ke daerah perkotaan dengan alasan pekerjaan di kota bisa mendapatkan penghasilan yang lebih banyak.
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
Kurangnya sarana dan prasarana di desa menyababkan masyarakat desa banyak memutuskan untuk pergi ke kota. karena di desa masyarakat kesulitan untuk mengembangkan kemampuannya. Berbeda di kota, sarana dan prasarana lebih lengkap sehingga lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan yang ada.
Diusir dari desa asal
Kebudayaan di desa lebih kental dengan adat-istiadat yang begitu keras, sehingga apabila seseorang melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kebudayaan maupun adat-istiadat tersebut dapat diusir dari desa asal. Akibat dari pengusiran tersebut, orang itu akan beralih ke kota dan tidak akan kembali ke desa. Masyarakat desa lain yang mungkin kurang setuju atau ketakutan diusir dari desa memilih untuk pindah ke kota. karena mereka menganggap kehidupan di perkotaan lebih bebas dan tidak terkekang.
Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Setiap individu memiliki impian untuk hidup lebih baik, begitu juga halnya dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat desa yang memiliki penghasilan rendah umumnya beranggapan bahwa daerah perkotaan merupakan ladang untuk mendapatkan penghasilan sehingga bisa mencapai impian setiap individu.
Dampak Urbanisasi terhadap Lingkungan kota
Akibat dari meningkatnya proses urbanisasi menimbulkan dampak-dampak terhadap lingkungan kota, baik dari segi tata kota, masyarakat, maupun keadaan sekitarnya. Dampak urbanisasi terhadap lingkungan kota antara lain:
1. Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan
Pertambahan penduduk kota yang begitu pesat, sudah sulit diikuti kemampuan daya dukung kotanya. Saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sangat jarang ditemui. ruang untuk tempat tinggal, ruang untuk kelancaran lalu lintas kendaraan, dan tempat parkir sudah sangat minim. Bahkan, lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) pun sudah tidak ada lagi. Lahan kosong yang terdapat di daerah perkotaan telah banyak dimanfaatkan oleh para urban sebagai lahan pemukiman, perdagangan, dan perindustrian yang legal maupun ilegal. Bangunan-bangunan yang didirikan untuk perdagangan maupun perindustrian umumnya dimiliki oleh warga pendatang. Selain itu, para urban yang tidak memiliki tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong sebagai pemukiman liar mereka. hal ini menyebabkan semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan.
2. Menambah polusi di daerah perkotaan
Masyarakat yang melakukan urbanisasi baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, umumnya memiliki kendaraan. Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri kota yang terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan atau polusi suara bagi telinga manusia.
3. Penyebab bencana alam
Para urban yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong di pusat kota maupun di daerah pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mendirikan bangunan liar baik untuk pemukiman maupun lahan berdagang mereka. Hal ini tentunya akan membuat lingkungan tersebut yang seharusnya bermanfaat untuk menyerap air hujan justru menjadi penyebab terjadinya banjir. Daerah Aliran Sungai sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.
4. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi
Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, dan pekerjaan lain yang sejenis. Bahkan,masyarakat yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila.
5. Penyebab kemacetan lalu lintas
Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota.
6. Merusak tata kota
Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.
Penutup
Berdasarkan pengertian urbanisasi ditinjau dari segi geografis, urbanisasi memiliki empat proses utama keruangan. Proses tersebut meliputi, pemusatan kekuasaan pemerintah kota, arus modal dan investasi, difusi inovasi dan perubahan, dan migrasi dan pemukiman baru. Proses-proses tersebut berpengaruh terhadap kehidupan dan lingkungan di daerah tujuan urbanisasi. Masyarakat yang melakukan urbanisasi memiliki beberapa alasan dilihat dari faktor pendorong dan penarik. Faktor-faktor tersebut bisa mengarahkan masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang layak, tetapi hal tersebut hanya bisa terlaksana bila para urban memiliki skill yang dibutuhkan di daerah tujuan. Sebaliknya, jika masyarakat tersebut hijrah ke kota tanpa dibekali skill yang memadai dapat menimbulkan masalah bagi kota tujuan, yang paling merasakan dampak dari urbanisasi adalah lingkungan kota tersebut. Urbanisasi lebih banyak mendatangkan dampak negatif daripada dampak positif bagi lingkungan kota.
Daftar Pustaka
Bintarto, R. 1986. Urbanissasi dan Permasalahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia
Mantra, Ida Bagoes. 2000. Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
NN. 2008. Urbanisasi, (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi, diakses 21 November 2008)
Abstrak:
Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Hal inilah yang mendorong masyarakat untuk melakukan urbanisasi dengan tujuan bisa mendapat kehidupan yang layak. Selain itu, daya tarik daerah tujuan juga menentukan masyarakat untuk melakukan urbanisasi. Para urban yang tidak memiliki skill kecuali bertani akan kesulitan mencari pekerjaan di daerah perkotaan, karena lapangan pekerjaan di kota menuntut skill yang sesuai dengan bidangnya. Ditambah lagi, lapangan pekerjaan yang juga semakin sedikit sehingga adanya persaingan ketat dalam mencari pekerjaan. Masyarakat yang tidak memiliki skill hanya bisa bekerja sebagai buruh kasar, pembantu Rumah Tangga, tukang kebun, dan pekerjaan lainnya yang lebih mengandalkan otot daripada otak. Sedangakn masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan, umumnya hanya menjadi tunawisma, tunakarya, dan tunasusila. Hal ini tentunya akan memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan kota sehingga menambah permasalahan yang ada di kota.
Kata kunci: urbanisasi, lingkungan kota, proses urban.
Pendahuluan
Jumlah penduduk yang semakin meningkat dan penyebaran yang relatif tidak merata membawa pengaruh besar bagi terjadinya perpindahan penduduk antar wilayah. Dewasa ini, perpindahan penduduk yang sedang marak terjadi yaitu urbanisasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota (Mantra, 2000). Jika ditinjau dari perspektif ilmu kependudukan, urbanisasi adalah persentase penduduk yang tinggal di dareah perkotaan ( Saat ini, urbanisasi telah menjadi trend baru di masyarakat pedesaan. Masyarakat desa yang berbondong-bondong melakukan urbanisasi mengalami peningkatan tiap tahunnya. Arus urbanisasi yang semakin meningkat tersebut menimbulkan suatu proses tentang keruangan pada kota tujuan urban.
Daerah yang menjadi tujuan masyarakat dalam melakukan urbanisasi biasanya adalah kota besar dengan tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi dan sudah maju baik dalam segi perekonomian dan pendidikan. Masyarakat menentukan daerah tujuan tidak semata berasal dari pemikiran dan niatan dari diri mereka, tetapi umumnya berasal dari sebuah pengaruh yang kuat. Pengaruh tersebut biasanya dalam bentuk ajakan yang datang dari orang-orang sekitar yang telah melakukan urbanisasi sebelumnya, informasi-inforamsi yang ada media massa tentang daerah tujuan, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa berasal dari daerah asal yang mendorong masyarakat maupun daerah tujuan yang menjadi daya tarik masyarakat dalam melakukan urbanisasi.
Faktor penarik maupun pendorong tersebut seringkali mempengaruhi pikiran masyarakat dengan kuat, sehingga masyarakat merasa yakin dengan keputusan melakukan urbanisasi tanpa memikirkan faktor-faktor lain yang mereka butuhkan di daerah tujuan urban. Hal inilah yang tentunya akan menjadi masalah di daerah perkotaan sehingga gejala urbanisasi dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan arah yang tidak sesuai dengan tujuan pembangunan nasional yang mengharapkan urbanisasi dapat membantu perekonomian masyarakat. kota yang menjadi tujuan urban akan menjadi lebih maju apabila para urban yang datang memilliki skill yang sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan di kota. Namun, umumnya masyarakat yang hijrah ke kota tidak memiliki skill yang lain kecuali bertani. Hal ini tentunya tidak bisa membantu para urban untuk mendapatakn pekerjaan yang layak di daerah tujuan, sehingga urban harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan skill yang mereka miliki. Sedangkan masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan atau bahkan tidak mempunyai tempat tinggal akan menjadi masalah di daerah perkotaan yang berdampak pada linkungan kota. Lingkunagn kota yang seharunya mengalami perbaiakn justru menagalami penurunan.
Proses Urbanisasi
Urbanisasi memiliki pengertian yang berbeda-beda tergantung sudut pandang yang di ambil. Jika dilihat dari segi Geografis, urbanisasi ialah sebuah kota yang bersifat integral, dan yang memiliki pengaruh atau merupakan unsur yang dominan dalam sistem keruangan yang lebih luas tanpa mengabaikan adanya jalinan yang erat antara aspek politik, sosial dan aspek ekonomi dengan wilayah sekitarnya ( kutipan). Berdasarkan pengertian tersebut, urbanisasi memiliki Pandangan inilah yang mejadi titik tolak dalam menjelaskan proses urbanisasi. Menurut King dan Colledge (1978), urbanisasi dikenal melalui empat proses utama keruangan (four major spatial processes), yaitu
1) Adanya pemusatan kekuasaan pemerintah kota sebagai pengambil keputusan dan sebagai badan pengawas dalam penyelenggaraan hubungan kota dengan daerah sekitarnya.
2) Adanya arus modal dan investasi untuk mengatur kemakmuran kota dan wilayah disekitarnya. Selain itu, pemilihan lokasi untuk kegiatan ekonomi mempunyai pengaruh terhadap arus bolak-balik kota-desa.
3) Difusi inovasi dan perubahan yang berpengaruh terhadap aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik di kota akan dapat meluas di kota-kota yang lebih kecil bahkan ke daerah pedesaan. Difusi ini dapat mengubah suasana desa menjadi suasana kota.
4) Migrasi dan pemukiman baru dapat terjadi apabila pengaruh kota secara terus-menerus masuk ke daerah pedesaan. Perubahan pola ekonomi dan perubahan pandangan penduduk desa mendorong mereka memperbaiki keadaan sosial ekonomi.
Faktor penyebab terjadinya urbanisasi
Pada umumnya, masyarakat melakukan urbanisasi karena adanya pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya. Pengaruh-pengaruh tersebut bisa berasal dari daerah asal (faktor pendorong) maupun daerah tujuan (faktor penarik).
a. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
Mastarakat di daerah perkotaan memiliki gaya hidup yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Gaya hidup di perkotaan baik itu berupa cara berpakaian, cara berbicara, bahkan budayapun sangat berbeda jauh dengan di desa. Masyarakat di kota lebih suka dengan hal-hal yang berbau kemewahan dan juga kepraktisan/instan Karena bagi masyarakat kota sesuatu hal yang praktis lebih efisien baik dalam hal waktu.
2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, sarana dan prasarana yang ada di kota pun menjadi semakin lengkap. Hal ini menyebabkan seseorang yang berada di pedesaan dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai menjadi tergiur untuk mengadu nasib di kota.
Banyak lapangan pekerjaan di kota
Di daerah perkotaan terdapat banyak sekali lapangan kerja baik di sektor perdagangan maupun industri. Banyaknya lapangan pekerjaan tersebut menyebabkan masyarakat desa berbondong-bondong pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Hal itu karena lapangan pekerjaan di desa lebih sedikit dan terkadang pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan pendidikan yang ditempuh.
Di kota banyak perempuan cantik dan laki-laki ganteng
Salah satu daya tarik daerah perkotaan juga berasal dari masyarakat di kota tersebut. Penampilan masyarakat perkotaan baik perempuan maupun laki-laki sangat berbeda dengan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Masyarakat kota cenderung mementingkan penampilan mereka daripada masyarakat pedesaan. Penampilan masyarakat perkotaan lebih terawat dan mengikuti mode. Hal ini menyebabkan masyarakat kota terlihat lebih cantik dan ganteng. Hal ini membuat daya tarik terssendiri bagi masyarakat yang ingin berhijrah ke kota untuk mencari jodoh.
Pengaruh buruk sinetron Indonesia
Dewasa ini, masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan sudah bisa merasakan kemajuan teknologi. Hampir seluruh masyarakat desa sudah bisa menikmati tayangan televisi. Umumnya tayangan televisi yang paling diminati oleh masyarakat di daerah pedesaan yaitu sinetron yang kebanyakan menampilkan kehidupan di daerah perkotaan. Secara tidak langsung, tayangan ini mempengaruhi masyarakat di desa untuk berangan-angan hidup di kota yang akhirnya menimbulkan niatan untuk hijrah ke kota.
Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas
Masyarakat pedesaan yang mengerti akan pentingnya pendidikan umumnya akan memilih sekolah maupun pergurua tinggi di kota. Hal ini dikarenakan fasilitas pendidikan yang ada di perkotaan lebih lengkap dan adanya tenaga pelajar yang profesional.
b. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
Lahan pertanian yang semakin sempit
Mayoritas masyarakat pedesaan memiliki sumber pendapatan dari bertani, baik menjadi petani maupun buruh tani. Namun saat ini, lahan pertanian yang ada di desa sudah semakin sempit seiring pertumbuhan masyarakat yang begitu pesat. Lahan-lahan yang awalnya digunakan untuk bercocok tanam mulai dijadikan sebagai area perumahan maupun perdagangan.
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
Kebudayaan yang ada di pedesaan, umumnya masih kuno dan cenderung mengikat kehidupan masyarakat pedesaan. Berbeda halnya dengan di daerah perkotaan yang cenderung bebas dalam melakukan sesuatu, bahkan mungkin budaya ketimuran telah terlupakan. Terkadang masyarakat pedesaan lebih tertarik dengan kebudayaan orang perkotaan karena masyarakat pedesaan menganggap masyarakat kota lebih modern daripada di desa, sehingga tidak jarang masyarakat desa itu hijrah ke kota untuk merubah penampilan dan karakter mereka agar tidak dianggap kuno. Bahkan masyarakat desa itu mulai mengindahkan budaya asal mereka.
Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
Masyarakat pedesaan mayoritas bekerja di ladang, entah itu menjadi petani ataupun buruh. Hal ini sangat berbeda dengan lapangan pekerjaan yang ada di kota. Lapangan pekerjaan di kota melimpah ruah sehingga dapat memilih jenis lapangan pekerjaan mana yang sesuai dengan status pendidikan. Masyarakat pedesaan pada umumnya tergiur dengan penghasilan tinggi yang ditawarkan pekerjaan di kota. Sehingga banyak sekali masyarakat pedesaan berbondong-bondong pergi ke daerah perkotaan dengan alasan pekerjaan di kota bisa mendapatkan penghasilan yang lebih banyak.
Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
Kurangnya sarana dan prasarana di desa menyababkan masyarakat desa banyak memutuskan untuk pergi ke kota. karena di desa masyarakat kesulitan untuk mengembangkan kemampuannya. Berbeda di kota, sarana dan prasarana lebih lengkap sehingga lebih mudah untuk mengembangkan kemampuan yang ada.
Diusir dari desa asal
Kebudayaan di desa lebih kental dengan adat-istiadat yang begitu keras, sehingga apabila seseorang melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kebudayaan maupun adat-istiadat tersebut dapat diusir dari desa asal. Akibat dari pengusiran tersebut, orang itu akan beralih ke kota dan tidak akan kembali ke desa. Masyarakat desa lain yang mungkin kurang setuju atau ketakutan diusir dari desa memilih untuk pindah ke kota. karena mereka menganggap kehidupan di perkotaan lebih bebas dan tidak terkekang.
Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
Setiap individu memiliki impian untuk hidup lebih baik, begitu juga halnya dengan masyarakat pedesaan. Masyarakat desa yang memiliki penghasilan rendah umumnya beranggapan bahwa daerah perkotaan merupakan ladang untuk mendapatkan penghasilan sehingga bisa mencapai impian setiap individu.
Dampak Urbanisasi terhadap Lingkungan kota
Akibat dari meningkatnya proses urbanisasi menimbulkan dampak-dampak terhadap lingkungan kota, baik dari segi tata kota, masyarakat, maupun keadaan sekitarnya. Dampak urbanisasi terhadap lingkungan kota antara lain:
1. Semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan
Pertambahan penduduk kota yang begitu pesat, sudah sulit diikuti kemampuan daya dukung kotanya. Saat ini, lahan kosong di daerah perkotaan sangat jarang ditemui. ruang untuk tempat tinggal, ruang untuk kelancaran lalu lintas kendaraan, dan tempat parkir sudah sangat minim. Bahkan, lahan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) pun sudah tidak ada lagi. Lahan kosong yang terdapat di daerah perkotaan telah banyak dimanfaatkan oleh para urban sebagai lahan pemukiman, perdagangan, dan perindustrian yang legal maupun ilegal. Bangunan-bangunan yang didirikan untuk perdagangan maupun perindustrian umumnya dimiliki oleh warga pendatang. Selain itu, para urban yang tidak memiliki tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong sebagai pemukiman liar mereka. hal ini menyebabkan semakin minimnya lahan kosong di daerah perkotaan.
2. Menambah polusi di daerah perkotaan
Masyarakat yang melakukan urbanisasi baik dengan tujuan mencari pekerjaan maupun untuk memperoleh pendidikan, umumnya memiliki kendaraan. Pertambahan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat yang membanjiri kota yang terus menerus, menimbulkan berbagai polusi atau pemcemaran seperti polusi udara dan kebisingan atau polusi suara bagi telinga manusia.
3. Penyebab bencana alam
Para urban yang tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal biasanya menggunakan lahan kosong di pusat kota maupun di daerah pinggiran Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk mendirikan bangunan liar baik untuk pemukiman maupun lahan berdagang mereka. Hal ini tentunya akan membuat lingkungan tersebut yang seharusnya bermanfaat untuk menyerap air hujan justru menjadi penyebab terjadinya banjir. Daerah Aliran Sungai sudah tidak bisa menampung air hujan lagi.
4. Pencemaran yang bersifat sosial dan ekonomi
Kepergian penduduk desa ke kota untuk mengadu nasib tidaklah menjadi masalah apabila masyarakat mempunyai keterampilan tertentu yang dibutuhkan di kota. Namun, kenyataanya banyak diantara mereka yang datang ke kota tanpa memiliki keterampilan kecuali bertani. Oleh karena itu, sulit bagi mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak. Mereka terpaksa bekerja sebagai buruh harian, penjaga malam, pembantu rumah tangga, tukang becak, dan pekerjaan lain yang sejenis. Bahkan,masyarakat yang gagal memperoleh pekerjaan sejenis itu menjadi tunakarya, tunawisma, dan tunasusila.
5. Penyebab kemacetan lalu lintas
Padatnya penduduk di kota menyebabkan kemacetan dimana-mana, ditambah lagi arus urbanisasi yang makin bertambah. Para urban yang tidak memiliki tempat tinggal maupun pekerjaan banyak mendirikan pemukiman liar di sekitar jalan, sehingga kota yang awalnya sudah macet bertambah macet. Selain itu tidak sedikit para urban memiliki kendaraan sehingga menambah volum kendaraan di setiap ruas jalan di kota.
6. Merusak tata kota
Tata kota suatu daerah tujuan urban bisa mengalami perubahan dengan banyaknya urbanisasi. Urban yang mendirikan pemukiman liar di pusat kota serta gelandangan-gelandangan di jalan-jalan bisa merusak sarana dan prasarana yang telah ada, misalnya trotoar yang seharusnya digunakan oleh pedestrian justru digunakan sebagai tempat tinggal oleh para urban. Hal ini menyebabkan trotoar tersebut menjadi kotor dan rusak sehingga tidak berfungsi lagi.
Penutup
Berdasarkan pengertian urbanisasi ditinjau dari segi geografis, urbanisasi memiliki empat proses utama keruangan. Proses tersebut meliputi, pemusatan kekuasaan pemerintah kota, arus modal dan investasi, difusi inovasi dan perubahan, dan migrasi dan pemukiman baru. Proses-proses tersebut berpengaruh terhadap kehidupan dan lingkungan di daerah tujuan urbanisasi. Masyarakat yang melakukan urbanisasi memiliki beberapa alasan dilihat dari faktor pendorong dan penarik. Faktor-faktor tersebut bisa mengarahkan masyarakat untuk mendapatkan kehidupan yang layak, tetapi hal tersebut hanya bisa terlaksana bila para urban memiliki skill yang dibutuhkan di daerah tujuan. Sebaliknya, jika masyarakat tersebut hijrah ke kota tanpa dibekali skill yang memadai dapat menimbulkan masalah bagi kota tujuan, yang paling merasakan dampak dari urbanisasi adalah lingkungan kota tersebut. Urbanisasi lebih banyak mendatangkan dampak negatif daripada dampak positif bagi lingkungan kota.
Daftar Pustaka
Bintarto, R. 1986. Urbanissasi dan Permasalahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia
Mantra, Ida Bagoes. 2000. Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset
NN. 2008. Urbanisasi, (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi, diakses 21 November 2008)
Kamis, 15 Januari 2009
dijual tanah dicarita
dijual tanah didekat mutiara carita,,samping gading nirwana.
tempat strategis, dekat ke pantai juga jalan Raya.
harga RP.200.000/meter,,bisa nego
dijual tanah/sawah didekat belmon,,luas
RP.200.000/m,harga bisa nego
untuk informasi hubungi: email : custri@gmail.com
p085694272001 ( uchu Abdurachman)
menjual juga makanan khas carita
1. gipang kacang
2. ikan asin
3. dll
untuk makanan bisa dipesan terlebih dahulu
tempat strategis, dekat ke pantai juga jalan Raya.
harga RP.200.000/meter,,bisa nego
dijual tanah/sawah didekat belmon,,luas
RP.200.000/m,harga bisa nego
untuk informasi hubungi: email : custri@gmail.com
p085694272001 ( uchu Abdurachman)
menjual juga makanan khas carita
1. gipang kacang
2. ikan asin
3. dll
untuk makanan bisa dipesan terlebih dahulu
Rabu, 14 Januari 2009
konvergensi perangkat multifungsi merubah persepsi Dunia
MOBILITAS dalam globalisasi sekarang ini menjadi sebuah fenomena sosial dan geografis dengan banyak ragam yang terdiri dari pergerakan, dislokasi, distribusi, dan kemampuan bergerak orang-orang, obyek, teknologi yang bergerak (laptop, telepon seluler), dan sejenisnya. Mobilitas mampu mengalihkan perhatian dari kondisi domestik dan stabil menjadi terfragmentasi dan mengalir. Esensi ini menjadi semakin tajam dan mendalam dengan kemajuan yang sangat pesat dan tidak terbayangkan sebelumnya akibat dorongan penting teknologi komunikasi informasi.
KETIKA mobilitas terintegrasi dengan teknologi komunikasi informasi, seorang individu yang tadinya terputus dari tempat dan hubungan pada lingkungan sebelumnya menjadi terhubungkan dan ditempatkan kembali dalam bentuk-bentuk yang baru. Esensi ini sebenarnya tertangkap dari berbagai perkembangan dan fenomena teknologi komunikasi informasi yang terus mendesak kehidupan kita untuk mencapai atau mencari sesuatu yang sama sekali baru.
Siapa saja di dunia ini sekarang memang tidak terelakkan untuk tidak bersinggungan dengan teknologi komunikasi informasi. Banyak aspek dalam teknologi komunikasi informasi yang terus berkembang dan merasuk ke dalam kehidupan kita. Kemajuan komputasi dalam penggunaan komputer, misalnya, menunjukkan bahwa industri teknologi komunikasi informasi dunia sekarang ini benar-benar bergerak ke arah mobilitas menembus batasan-batasan fisik ruang dan waktu.
Teknologi Centrino adalah contoh konkret, bagaimana industri teknologi komunikasi informasi benar-benar mendorong mobilitas dengan ketersediaan berbagai akses nirkabel (WiFi dan seluler) di mana saja di seluruh dunia. Dan memang, tren teknologi komunikasi informasi untuk tahun 2004 dan dua tahun ke depan akan terfokus pada produk-produk bergerak seperti laptop, telepon seluler (ponsel), Personal Digital Assistant (PDA), dan sejenisnya, meninggalkan perangkat- perangkat besar komputer jenis desktop yang sudah mencapai titik jenuhnya walaupun terjadi peningkatan kecepatan prosesor.
Fenomena ini akan menjadi sangat kental dengan kehidupan kita pada tahun 2004 ini dengan beragam produk teknologi maupun gadget yang menjadi perlengkapan yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Selain semakin terintegrasinya berbagai peran dan fungsi teknologi komunikasi informasi, faktor bentuk pun menjadi semakin ringkas, kecil, ringan, multifungsi, mudah digunakan, dan menyenangkan.
Mengubah persepsi
Tidak bisa disangkal bahwa gabungan telekomunikasi dan teknologi informasi memang telah mendorong terjadinya perubahan-perubahan penting di berbagai sudut dunia. Telepon, terutama telepon genggam yang disebut sebagai ponsel, bukan hanya mengubah bagaimana orang-orang berkomunikasi satu dengan lainnya, tetapi juga mengubah perilaku berbagai institusi berkomunikasi dengan warganya.
Ini setidaknya terjadi di negara-negara yang memiliki kesadaran betapa penting dan krusialnya perkembangan teknologi komunikasi informasi dewasa ini bagi negara dan masyarakatnya. Di negara-negara seperti Perancis, Irlandia, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, institusi sekolah menggunakan jasa pesan layanan singkat (SMS) untuk menginformasikan anak-anak yang bolos kepada orangtua mereka.
Sebuah Dewan Kotapraja di Belgia menggunakan jasa SMS untuk mengabarkan kepada para warganya kapan waktunya untuk meletakkan sampah mereka untuk dikumpulkan petugas kebersihan kota. Di beberapa kota dunia, pihak kepolisian menggunakan SMS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kejahatan maupun untuk mencari saksi.
Kehadiran jasa SMS yang menjadi sebuah fenomena baru dalam kehidupan berkomunikasi ini memang telah mengubah cara pandang berbagai pemerintahan di dunia terhadap SMS. Di beberapa negara tertentu, SMS bisa dijadikan sebagai bukti di pengadilan. Para penguasa di Swiss dan Filipina yang sangat terkagum dengan kehadiran jasa teknologi SMS ini mempertimbangkan untuk memajaki SMS ini.
Fenomena SMS ini secara jelas dan tegas menunjukkan adanya perubahan-perubahan penting di kedua sisi, baik di sisi penggunanya sendiri maupun di sisi ponselnya. Ponsel telah mengubah masyarakat dan sebaliknya masyarakat juga ikut mengubah ponsel. Dan semua ini akibat perkembangan pesat teknologi komunikasi informasi yang melalui berbagai konvergensi mengubah keseluruhan pandangan dan persepsi kita terhadap kemajuan.
Pelengkap layanan
Bagi pengguna teknologi sekarang ini, mungkin menjadi menyenangkan kalau ponsel yang ada di dalam sakunya juga berfungsi sebagai lampu senter sehingga mudah mencari kunci yang terjatuh di bangku bioskop. Ponsel yang kita kenal sekarang ini pun menjadi berubah drastis dari ponsel pada awal diciptakannya.
Beberapa ponsel sudah mulai memperkenalkan pengukur suhu dan penghitung kalori makanan, seperti pada Nokia 5100. Ada yang juga berfungsi sebagai pengendali televisi (remote control) seperti pada model ponsel Samsung SCH-V410 yang berbasis CDMA-EVDO yang mampu memberikan koneksi akses data 1 MB per detik. Ada juga ponsel yang berfungsi sebagai pemutar lagu format MP3, perangkat rekaman, atau sebagai sarana permainan digital seperti N-Gage QD, produk Nokia yang terbaru.
Melihat perkembangan ponsel dan persaingan yang terjadi, tampaknya fenomena ponsel akan terus berkembang. Nokia, Motorola, dan beberapa pembuat ponsel kelas dunia bersiap-siap untuk memperkenalkan teknologi baru sebagai pelengkap jasa layanan SMS, yang disebut sebagai push-to-talk menjadikan ponsel di tangan kita sebagai sebuah handy-talky.
Teknologi yang juga disebut sebagai Push-to-talk over Cellular (PoC) ini menggunakan jaringan GPRS (General Packet Radio Service), dan menurut John M Stefanac dari Vice President Nokia Networks di sela- sela acara Nokia Connection 2004 di Singapura pekan lalu mengatakan, penggelaran PoC di operator Nextel telah meningkatkan ARPU (Average Rate Per User) yang menjadi persoalan berbagai operator seluler di seluruh dunia karena minimnya pendapatan penggunaan pulsa.
Mendukung mobilitas
Tahun 2004 ini akan banyak teknologi yang bermunculan dan terpusat pada semakin gencarnya konvergensi antara telekomunikasi dan komputasi. Nokia sendiri merencanakan untuk menggelar 40 produk baru sampai dengan akhir tahun ini (sekarang baru 18 produk), termasuk di antaranya adalah seri Communicator 9500 yang sekarang ditunggu oleh banyak orang karena berbagai fitur penting yang terdapat di dalamnya, seperti kamera digital, Bluetooth, dan Wi-Fi.
Ada kecenderungan pada tahun 2004 ini, produk-produk teknologi akan menjadi semakin kecil dan mengarah ke bentuk-bentuk yang mudah untuk di bawa ke mana-mana, termasuk komputer laptop dengan berat setidaknya sampai dengan 2 kg. Teknologi PDA yang tahun lalu mengalami penurunan yang cukup drastis (berakibat "menyerahnya" Sony Corporation untuk ke luar dari pasaran PDA di AS), masih terlihat adanya upaya-upaya baru seperti yang ingin didorong oleh Hewlett Packard dengan Ipaq seri 6300 yang sudah dilengkapi dengan teknologi seluler GSM.
Pada akhirnya memang kita tidak lagi bisa membedakan mana fungsi komputasi dan mana fungsi komunikasi dalam percepatan konvergensi yang sekarang kita lihat. Nokia secara gencar menyebutnya dengan tema yang menarik pada acara Nokia Connection 2004 yang disebutnya sebagai "Live, Work & Play the Mobile Way".
Seluruh aktivitas sehari-hari kita akan terpusat pada berbagai perangkat teknologi yang akan bermunculan dalam berbagai bentuk. Di kawasan Eropa, ponsel juga sudah menjadi sebagai sebuah dompet, yang menjadikan ponsel sebagai sebuah sistem pembayaran melalui ponsel (lihat www.simpay.com). Di Indonesia, seorang anak bangsa membuat aplikasi yang memungkinkan pengguna ponsel untuk berkaraoke.
Dan kita pun berharap bahwa ponsel di masa mendatang (atau sekarang sudah tersedia di pasaran) juga akan berfungsi menjadi sebuah pena, atau merangkap sebagai perangkat kecantikan wanita untuk menggunakan bedak, pemantik untuk menyalakan rokok, "senjata" untuk melindungi diri, penunjuk laser, dan sebagainya. Atau bahkan mungkin sebagai pengaduk kopi. Semua ini kita harapkan agar teknologi komunikasi informasi benar-benar mampu mendukung mobilitas kita sehari-hari untuk menjalani hidup, bekerja, dan bermain. (rlp)
sumber: kompas.com
KETIKA mobilitas terintegrasi dengan teknologi komunikasi informasi, seorang individu yang tadinya terputus dari tempat dan hubungan pada lingkungan sebelumnya menjadi terhubungkan dan ditempatkan kembali dalam bentuk-bentuk yang baru. Esensi ini sebenarnya tertangkap dari berbagai perkembangan dan fenomena teknologi komunikasi informasi yang terus mendesak kehidupan kita untuk mencapai atau mencari sesuatu yang sama sekali baru.
Siapa saja di dunia ini sekarang memang tidak terelakkan untuk tidak bersinggungan dengan teknologi komunikasi informasi. Banyak aspek dalam teknologi komunikasi informasi yang terus berkembang dan merasuk ke dalam kehidupan kita. Kemajuan komputasi dalam penggunaan komputer, misalnya, menunjukkan bahwa industri teknologi komunikasi informasi dunia sekarang ini benar-benar bergerak ke arah mobilitas menembus batasan-batasan fisik ruang dan waktu.
Teknologi Centrino adalah contoh konkret, bagaimana industri teknologi komunikasi informasi benar-benar mendorong mobilitas dengan ketersediaan berbagai akses nirkabel (WiFi dan seluler) di mana saja di seluruh dunia. Dan memang, tren teknologi komunikasi informasi untuk tahun 2004 dan dua tahun ke depan akan terfokus pada produk-produk bergerak seperti laptop, telepon seluler (ponsel), Personal Digital Assistant (PDA), dan sejenisnya, meninggalkan perangkat- perangkat besar komputer jenis desktop yang sudah mencapai titik jenuhnya walaupun terjadi peningkatan kecepatan prosesor.
Fenomena ini akan menjadi sangat kental dengan kehidupan kita pada tahun 2004 ini dengan beragam produk teknologi maupun gadget yang menjadi perlengkapan yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Selain semakin terintegrasinya berbagai peran dan fungsi teknologi komunikasi informasi, faktor bentuk pun menjadi semakin ringkas, kecil, ringan, multifungsi, mudah digunakan, dan menyenangkan.
Mengubah persepsi
Tidak bisa disangkal bahwa gabungan telekomunikasi dan teknologi informasi memang telah mendorong terjadinya perubahan-perubahan penting di berbagai sudut dunia. Telepon, terutama telepon genggam yang disebut sebagai ponsel, bukan hanya mengubah bagaimana orang-orang berkomunikasi satu dengan lainnya, tetapi juga mengubah perilaku berbagai institusi berkomunikasi dengan warganya.
Ini setidaknya terjadi di negara-negara yang memiliki kesadaran betapa penting dan krusialnya perkembangan teknologi komunikasi informasi dewasa ini bagi negara dan masyarakatnya. Di negara-negara seperti Perancis, Irlandia, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, institusi sekolah menggunakan jasa pesan layanan singkat (SMS) untuk menginformasikan anak-anak yang bolos kepada orangtua mereka.
Sebuah Dewan Kotapraja di Belgia menggunakan jasa SMS untuk mengabarkan kepada para warganya kapan waktunya untuk meletakkan sampah mereka untuk dikumpulkan petugas kebersihan kota. Di beberapa kota dunia, pihak kepolisian menggunakan SMS untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kejahatan maupun untuk mencari saksi.
Kehadiran jasa SMS yang menjadi sebuah fenomena baru dalam kehidupan berkomunikasi ini memang telah mengubah cara pandang berbagai pemerintahan di dunia terhadap SMS. Di beberapa negara tertentu, SMS bisa dijadikan sebagai bukti di pengadilan. Para penguasa di Swiss dan Filipina yang sangat terkagum dengan kehadiran jasa teknologi SMS ini mempertimbangkan untuk memajaki SMS ini.
Fenomena SMS ini secara jelas dan tegas menunjukkan adanya perubahan-perubahan penting di kedua sisi, baik di sisi penggunanya sendiri maupun di sisi ponselnya. Ponsel telah mengubah masyarakat dan sebaliknya masyarakat juga ikut mengubah ponsel. Dan semua ini akibat perkembangan pesat teknologi komunikasi informasi yang melalui berbagai konvergensi mengubah keseluruhan pandangan dan persepsi kita terhadap kemajuan.
Pelengkap layanan
Bagi pengguna teknologi sekarang ini, mungkin menjadi menyenangkan kalau ponsel yang ada di dalam sakunya juga berfungsi sebagai lampu senter sehingga mudah mencari kunci yang terjatuh di bangku bioskop. Ponsel yang kita kenal sekarang ini pun menjadi berubah drastis dari ponsel pada awal diciptakannya.
Beberapa ponsel sudah mulai memperkenalkan pengukur suhu dan penghitung kalori makanan, seperti pada Nokia 5100. Ada yang juga berfungsi sebagai pengendali televisi (remote control) seperti pada model ponsel Samsung SCH-V410 yang berbasis CDMA-EVDO yang mampu memberikan koneksi akses data 1 MB per detik. Ada juga ponsel yang berfungsi sebagai pemutar lagu format MP3, perangkat rekaman, atau sebagai sarana permainan digital seperti N-Gage QD, produk Nokia yang terbaru.
Melihat perkembangan ponsel dan persaingan yang terjadi, tampaknya fenomena ponsel akan terus berkembang. Nokia, Motorola, dan beberapa pembuat ponsel kelas dunia bersiap-siap untuk memperkenalkan teknologi baru sebagai pelengkap jasa layanan SMS, yang disebut sebagai push-to-talk menjadikan ponsel di tangan kita sebagai sebuah handy-talky.
Teknologi yang juga disebut sebagai Push-to-talk over Cellular (PoC) ini menggunakan jaringan GPRS (General Packet Radio Service), dan menurut John M Stefanac dari Vice President Nokia Networks di sela- sela acara Nokia Connection 2004 di Singapura pekan lalu mengatakan, penggelaran PoC di operator Nextel telah meningkatkan ARPU (Average Rate Per User) yang menjadi persoalan berbagai operator seluler di seluruh dunia karena minimnya pendapatan penggunaan pulsa.
Mendukung mobilitas
Tahun 2004 ini akan banyak teknologi yang bermunculan dan terpusat pada semakin gencarnya konvergensi antara telekomunikasi dan komputasi. Nokia sendiri merencanakan untuk menggelar 40 produk baru sampai dengan akhir tahun ini (sekarang baru 18 produk), termasuk di antaranya adalah seri Communicator 9500 yang sekarang ditunggu oleh banyak orang karena berbagai fitur penting yang terdapat di dalamnya, seperti kamera digital, Bluetooth, dan Wi-Fi.
Ada kecenderungan pada tahun 2004 ini, produk-produk teknologi akan menjadi semakin kecil dan mengarah ke bentuk-bentuk yang mudah untuk di bawa ke mana-mana, termasuk komputer laptop dengan berat setidaknya sampai dengan 2 kg. Teknologi PDA yang tahun lalu mengalami penurunan yang cukup drastis (berakibat "menyerahnya" Sony Corporation untuk ke luar dari pasaran PDA di AS), masih terlihat adanya upaya-upaya baru seperti yang ingin didorong oleh Hewlett Packard dengan Ipaq seri 6300 yang sudah dilengkapi dengan teknologi seluler GSM.
Pada akhirnya memang kita tidak lagi bisa membedakan mana fungsi komputasi dan mana fungsi komunikasi dalam percepatan konvergensi yang sekarang kita lihat. Nokia secara gencar menyebutnya dengan tema yang menarik pada acara Nokia Connection 2004 yang disebutnya sebagai "Live, Work & Play the Mobile Way".
Seluruh aktivitas sehari-hari kita akan terpusat pada berbagai perangkat teknologi yang akan bermunculan dalam berbagai bentuk. Di kawasan Eropa, ponsel juga sudah menjadi sebagai sebuah dompet, yang menjadikan ponsel sebagai sebuah sistem pembayaran melalui ponsel (lihat www.simpay.com). Di Indonesia, seorang anak bangsa membuat aplikasi yang memungkinkan pengguna ponsel untuk berkaraoke.
Dan kita pun berharap bahwa ponsel di masa mendatang (atau sekarang sudah tersedia di pasaran) juga akan berfungsi menjadi sebuah pena, atau merangkap sebagai perangkat kecantikan wanita untuk menggunakan bedak, pemantik untuk menyalakan rokok, "senjata" untuk melindungi diri, penunjuk laser, dan sebagainya. Atau bahkan mungkin sebagai pengaduk kopi. Semua ini kita harapkan agar teknologi komunikasi informasi benar-benar mampu mendukung mobilitas kita sehari-hari untuk menjalani hidup, bekerja, dan bermain. (rlp)
sumber: kompas.com
sejarah Handphone
Handphone Begitu populer saat ini, bahkan mulai beberapa tahun lalu, Hp atau Handphone seolah sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat indonesia, mau dagang sayur, tukang sampah, sampe anggota DPR tak ketinggalan menggunakan fasilitas yang 10 tahun lalu di anggap wah, atau barang mewah.
Selain hal yang saya sebutkan diatas, Handphone kini menjadi kebutuhan pokok orang indonesia di karenakan juga karena harga nya yang Murah, banyak Hp Murah beredar dengan kualitas yang lumayan canggih. Tapi apakah anda tau sejarah awal Hp itu ada? Berikut adalah secuil sejarah Handphone atau yang biasa di singkat Hp di indonesia.
Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amrik dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.
Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.
Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.
Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.
Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.
Demikian lah sejarah hp yang selama ini kita gunakan, kalo dulu orang memiliki hp sudah merupakan sebuah barang yang wah, tapi kini anak SD yang memiliki dua buah handphone merupakan hal yang sangat biasa. Perkembangan teknologi tak akan berhenti disini, masih banyak inovasi yang mungkin akan terus muncul pada musim-musim mendatang. Kita nantikan saja…
SUMBER : www.hpmurah.info/2008/11/sejarah-hp/ - 34k
Selain hal yang saya sebutkan diatas, Handphone kini menjadi kebutuhan pokok orang indonesia di karenakan juga karena harga nya yang Murah, banyak Hp Murah beredar dengan kualitas yang lumayan canggih. Tapi apakah anda tau sejarah awal Hp itu ada? Berikut adalah secuil sejarah Handphone atau yang biasa di singkat Hp di indonesia.
Sejarah telepon seluler atau yang kita kenal HP, ternyata sudah ada dari jaman penjajahan, yaitu kira-kira tahun 1947 di negara paman sam alias Amrik dan Eropa sana. Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson, yang merupakan pendiri perusahaan Ericsson yang kini di kenal dengan perusahaan Sony Ericsson. Pada awalnya, orang Swedia ini medirikan perusahaan Ericsson memfokuskan terhadap bidang bisnis perlaan telegraf, dan perusahaanya juga tidak terlalu besar pada waktu itu.
Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz.
Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler.
Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan rerusahaan Mototola-nya.
Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang. Motorola mengenalkan telepon genggam tiga tahun kemudian. Ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Dr Cooper yang menjadi manajer proyek inovasi Motorola itu memasang base station di New York. Untuk proyek ini Motorola bekerja dengan Bell Labs. Penemuan ini sekaligus diklaim sebagai penemuan ponsel pertama. Di suatu pagi 3 April 1973,Cooper, saat itu menjabat sebagai general manager pada Divisi Communication Systems Motorola mempertunjukkan cara berkomunikasi aneh dari terminal telepon portable. Dia mencoba ponsel ‘raksasanya’ sambil berjalan–jalan di berbagai lokasi di New York. Itulah saat pertama ponsel ditampilkan dan digunakan di depan publik.
Dalam pertunjukan itu, Cooper menggunakan ponsel seberat 30 ounce sekitar (800 gram) atau sepuluh kali lipat dibandingkan rata – rata ponsel yang beredar saat ini.
Demikian lah sejarah hp yang selama ini kita gunakan, kalo dulu orang memiliki hp sudah merupakan sebuah barang yang wah, tapi kini anak SD yang memiliki dua buah handphone merupakan hal yang sangat biasa. Perkembangan teknologi tak akan berhenti disini, masih banyak inovasi yang mungkin akan terus muncul pada musim-musim mendatang. Kita nantikan saja…
SUMBER : www.hpmurah.info/2008/11/sejarah-hp/ - 34k
Selasa, 06 Januari 2009
Apakah blog itu?
apakah Blog ituu?????
Sebuah blog adalah buku harian pribadi. Mimbar Anda setiap hari. Kotak sabun politik. Outlet berita terkini. Koleksi link. Pikiran pribadi Anda sendiri. Catatan untuk dunia.
Blog Anda menjadi apapun yang Anda inginkan. Ada berjuta-juta blog, dalam segala bentuk dan ukuran, dan tidak ada aturan yang sesungguhnya.
Dalam terminologi sederhana, sebuah blog adalah sebuah situs web, di mana Anda menuliskan hal-hal yang berbasis peristiwa yang sedang berlangsung. Hal yang baru tampil di paling atas, sehingga pengunjung Anda dapat membaca apa yang baru. Kemudian mereka dapat mengomentarinya atau menambahkan link atau meng-e-mail Anda. Atau tidak.
Sejak Blogger diluncurkan pada 1999, blog telah mengubah bentuk web, mempengaruhi politik, mempertajam jurnalisme, dan memungkinkan jutaan orang untuk memiliki suara dan terhubung dengan yang lain.
Dan kami sangat yakin bahwa semua persetujuan itu baru saja dimulai.
Publikasikan pemikiran Anda
Sebuah blog memberikan Anda suara Anda sendiri di web. Blog adalah sebuah tempat untuk mengumpulkan dan berbagi hal-hal yang Anda anggap menarik— baik itu komentar politik Anda, sebuah diary pribadi, atau link ke situs web yang ingin Anda ingat.
Banyak orang menggunakan blog hanya untuk mengorganisasikan pikiran mereka, sementara yang lain membuat blog yang membuat banyak pengaruh dengan ribuan pemirsa di seluruh dunia. Jurnalis dan amatir menggunakan blog untuk menerbitkan berita terkini, sementara jurnalis personal membeberkan pemikiran terdalam mereka.
Apapun yang harus Anda katakan, Blogger dapat membantu Anda mengatakannya.
Ajaklah teman-teman Anda
Blogging adalah lebih dari sekedar meletakkan pemikiran Anda di web. Blogging adalah mengenai terhubung dengan dan mendengar dari siapapun yang membaca pekerjaan Anda dan peduli untuk memberi respon. Dengan Blogger, Anda dapat mengendalikan siapa yang dapat membaca dan menulis ke blog Anda—ijinkan hanya beberapa teman saya atau seluruh dunia melihat apa yang harus Anda katakan!
Komentar Blogger memunkinkan setiap orang, di mana saja, menawarkan umpan balik atas posting Anda. Anda dapat memilih apakah Anda ingin mengijinkan komentar berdasarkan posting demi posting, dan Anda dapat menghapus komentar manapun yang Anda tidak suka.
Kontrol Akses memungkinkan Anda memutuskan siapa yang bisa membaca dan menulis blog Anda. Anda bisa menggunakan group blog dengan banyak penulis sebagai alat komunikasi untuk tim kecil, keluarga, atau kelompok lain. Anda sebagai penulis tunggal, Anda bisa membuat ruang privat untuk mengumpulkan berita, link, dan ide untuk Anda pakai sendiri atau dibagikan kepada sebanyak mungkin pembaca yang Anda mau.
Profil Blogger memungkinkan Anda menemukan orang dan blog yang membagikan ketertarikan Anda. Profil Blogger Anda, tempat Anda dapat mendaftarkan blog Anda, hobi Anda, dan banyak hal, ijinkan orang menemukan Anda (tetapi hanya jika Anda ingin ditemukan).
Desain blog Anda
Baik, Anda baru memulai blog Anda, atau baru berpikir untuk mengubah tampilan blog Anda, tool pengedit Blogger yang mudah digunakan akan membantu Anda membuat halaman yang tampak hebat.
Template—Koleksi template kami akan membantu Anda memulai sebuah situs yang menarik segera tanpa harus mempelajari HTML, walaupun Blogger juga mengijinkan Anda untuk mengedit kode HTML blog Anda kapan saja Anda inginkan.
Warna dan font kustom—Ketika Anda siap untuk mengambil langkah berikutnya, Anda dapat lebih lanjut mengkustomisasi template kami untuk menciptakan sebuah rancangan yang secara sempurna merefleksikan Anda dan blog Anda.
Drag-and-drop Elemen halaman—Sistem sederhana drag-and-drop memungkinkan Anda dengan mudah memutuskan di mana Anda meletakkan posting, profil, arsip dan bagian lain halaman Anda.
Posting Foto
Kadang-kadang Anda hanya ingin berbagi foto. Ada tombol untuk mengupload foto di antarmuka Blogger. Cukup klik tombol foto untuk mengupload foto Anda dari komputer Anda. Jika foto yang ingin Anda masukkan ke blog sudah ada di website, itu juga bisa dipakai. Cukup beritahu kami di mana gambar itu.
Anda juga dapat mengirimkan foto dari kamera telepon langsung ke blog Anda ketika Anda dalam-bepergian dengan Blogger Mobile
Go Mobile
Blogger Mobile memungkinkan Anda mengirimkan foto dan teks langsung ke blog Anda selagi Anda di perjalanan. Yang Anda perlukan hanyalah mengirim email ke go@blogger.com dari ponsel Anda. Anda bahkan tidak perlu account Blogger. Pesan itu sendiri cukup untuk menciptakan blog baru dan memposting foto dan teks yang Anda kirimkan.
Nantinya, jika Anda ingin untuk mengklaim blog mobile Anda atau menukar posting Anda ke blog lainnya, cukup login ke go.blogger.com dan gunakan kode klaim Blogger yang dikirimkan ke telepon Anda.
Kami mendukung sebagian besar perangkat mobile di AS dan seluruh dunia. Apabila Blogger Mobile tidak tersedia pada penyedia layanan Anda, Anda masih tetap dapat mengirim surat ke blog Anda dengan menggunakan Mail-to-Blogger.
Memulai
Cara tercepat untuk mengerti blogging adalah dengan mencobanya. Kami telah bekerja sangat keras untuk membuatnya sangat mudah untuk Anda. Klik saja link di bawah, dan Anda bisa menjadi bagian dari fenomena yang mengubah web dan media menjadi aktivitas berpartisipasi dalam kurang dari lima mrnit. Sungguh!.
Apa akan terjadi kemudian? Siapa yang tahu. Mungkin saja akan menyenangkan.
Dan ingat: Blogger sepenuhnya gratis, dan jika Anda menemui kesulitan, cukup klik pada tombol Bantu dari layar manapun, dan Anda dapat menemukan jawaban yang Anda car —atau bahkan bertanya pada staff pendukung kami yang berdedikasi. (Blogger.Com)
Sebuah blog adalah buku harian pribadi. Mimbar Anda setiap hari. Kotak sabun politik. Outlet berita terkini. Koleksi link. Pikiran pribadi Anda sendiri. Catatan untuk dunia.
Blog Anda menjadi apapun yang Anda inginkan. Ada berjuta-juta blog, dalam segala bentuk dan ukuran, dan tidak ada aturan yang sesungguhnya.
Dalam terminologi sederhana, sebuah blog adalah sebuah situs web, di mana Anda menuliskan hal-hal yang berbasis peristiwa yang sedang berlangsung. Hal yang baru tampil di paling atas, sehingga pengunjung Anda dapat membaca apa yang baru. Kemudian mereka dapat mengomentarinya atau menambahkan link atau meng-e-mail Anda. Atau tidak.
Sejak Blogger diluncurkan pada 1999, blog telah mengubah bentuk web, mempengaruhi politik, mempertajam jurnalisme, dan memungkinkan jutaan orang untuk memiliki suara dan terhubung dengan yang lain.
Dan kami sangat yakin bahwa semua persetujuan itu baru saja dimulai.
Publikasikan pemikiran Anda
Sebuah blog memberikan Anda suara Anda sendiri di web. Blog adalah sebuah tempat untuk mengumpulkan dan berbagi hal-hal yang Anda anggap menarik— baik itu komentar politik Anda, sebuah diary pribadi, atau link ke situs web yang ingin Anda ingat.
Banyak orang menggunakan blog hanya untuk mengorganisasikan pikiran mereka, sementara yang lain membuat blog yang membuat banyak pengaruh dengan ribuan pemirsa di seluruh dunia. Jurnalis dan amatir menggunakan blog untuk menerbitkan berita terkini, sementara jurnalis personal membeberkan pemikiran terdalam mereka.
Apapun yang harus Anda katakan, Blogger dapat membantu Anda mengatakannya.
Ajaklah teman-teman Anda
Blogging adalah lebih dari sekedar meletakkan pemikiran Anda di web. Blogging adalah mengenai terhubung dengan dan mendengar dari siapapun yang membaca pekerjaan Anda dan peduli untuk memberi respon. Dengan Blogger, Anda dapat mengendalikan siapa yang dapat membaca dan menulis ke blog Anda—ijinkan hanya beberapa teman saya atau seluruh dunia melihat apa yang harus Anda katakan!
Komentar Blogger memunkinkan setiap orang, di mana saja, menawarkan umpan balik atas posting Anda. Anda dapat memilih apakah Anda ingin mengijinkan komentar berdasarkan posting demi posting, dan Anda dapat menghapus komentar manapun yang Anda tidak suka.
Kontrol Akses memungkinkan Anda memutuskan siapa yang bisa membaca dan menulis blog Anda. Anda bisa menggunakan group blog dengan banyak penulis sebagai alat komunikasi untuk tim kecil, keluarga, atau kelompok lain. Anda sebagai penulis tunggal, Anda bisa membuat ruang privat untuk mengumpulkan berita, link, dan ide untuk Anda pakai sendiri atau dibagikan kepada sebanyak mungkin pembaca yang Anda mau.
Profil Blogger memungkinkan Anda menemukan orang dan blog yang membagikan ketertarikan Anda. Profil Blogger Anda, tempat Anda dapat mendaftarkan blog Anda, hobi Anda, dan banyak hal, ijinkan orang menemukan Anda (tetapi hanya jika Anda ingin ditemukan).
Desain blog Anda
Baik, Anda baru memulai blog Anda, atau baru berpikir untuk mengubah tampilan blog Anda, tool pengedit Blogger yang mudah digunakan akan membantu Anda membuat halaman yang tampak hebat.
Template—Koleksi template kami akan membantu Anda memulai sebuah situs yang menarik segera tanpa harus mempelajari HTML, walaupun Blogger juga mengijinkan Anda untuk mengedit kode HTML blog Anda kapan saja Anda inginkan.
Warna dan font kustom—Ketika Anda siap untuk mengambil langkah berikutnya, Anda dapat lebih lanjut mengkustomisasi template kami untuk menciptakan sebuah rancangan yang secara sempurna merefleksikan Anda dan blog Anda.
Drag-and-drop Elemen halaman—Sistem sederhana drag-and-drop memungkinkan Anda dengan mudah memutuskan di mana Anda meletakkan posting, profil, arsip dan bagian lain halaman Anda.
Posting Foto
Kadang-kadang Anda hanya ingin berbagi foto. Ada tombol untuk mengupload foto di antarmuka Blogger. Cukup klik tombol foto untuk mengupload foto Anda dari komputer Anda. Jika foto yang ingin Anda masukkan ke blog sudah ada di website, itu juga bisa dipakai. Cukup beritahu kami di mana gambar itu.
Anda juga dapat mengirimkan foto dari kamera telepon langsung ke blog Anda ketika Anda dalam-bepergian dengan Blogger Mobile
Go Mobile
Blogger Mobile memungkinkan Anda mengirimkan foto dan teks langsung ke blog Anda selagi Anda di perjalanan. Yang Anda perlukan hanyalah mengirim email ke go@blogger.com dari ponsel Anda. Anda bahkan tidak perlu account Blogger. Pesan itu sendiri cukup untuk menciptakan blog baru dan memposting foto dan teks yang Anda kirimkan.
Nantinya, jika Anda ingin untuk mengklaim blog mobile Anda atau menukar posting Anda ke blog lainnya, cukup login ke go.blogger.com dan gunakan kode klaim Blogger yang dikirimkan ke telepon Anda.
Kami mendukung sebagian besar perangkat mobile di AS dan seluruh dunia. Apabila Blogger Mobile tidak tersedia pada penyedia layanan Anda, Anda masih tetap dapat mengirim surat ke blog Anda dengan menggunakan Mail-to-Blogger.
Memulai
Cara tercepat untuk mengerti blogging adalah dengan mencobanya. Kami telah bekerja sangat keras untuk membuatnya sangat mudah untuk Anda. Klik saja link di bawah, dan Anda bisa menjadi bagian dari fenomena yang mengubah web dan media menjadi aktivitas berpartisipasi dalam kurang dari lima mrnit. Sungguh!.
Apa akan terjadi kemudian? Siapa yang tahu. Mungkin saja akan menyenangkan.
Dan ingat: Blogger sepenuhnya gratis, dan jika Anda menemui kesulitan, cukup klik pada tombol Bantu dari layar manapun, dan Anda dapat menemukan jawaban yang Anda car —atau bahkan bertanya pada staff pendukung kami yang berdedikasi. (Blogger.Com)
Langganan:
Postingan (Atom)